EKOWISATA PETUNGKRIYONO KABUPATEN PEKALONGAN

PETUNGKRIYONO NATURAL FOREST

HUTAN ALAMI PULAU JAWA YANG MASIH TERSISA

HOME ALUMNY SMAN 1 PEKALONGAN EXPLORE PEKALONGAN ABOUT PEKALONGAN

 

foto 1 foto 2 foto 3
foto 4 foto 5 foto 6
foto 7 foto 8 foto 9
foto 10 foto 11 foto 12
foto 13 foto 14 foto 15
foto 16 foto 17 foto 18

Bila Anda mencari salah satu hutan alami di Pulau Jawa yang masih relatif utuh maka Hutan Petungkriyono merupakan salah satu dari sedikit hutan alami di Pulau Jawa. Terletak di ketinggian rata - rata lebih dari 2000 meter di atas permukaan laut. Hutan ini merupakan bagian dari pegunungan Dieng di tengah JawaTengah. Luas hutan di kawasan ini sekitar 5189 Ha. Hebatnya wilayah yang menjadi bagian dari kabupaten Pekalongan yang masuk kecamatan Petungkriyono inilah yang benar - benar masih utuh. Suhu di sana masih segar dan dingin khas udara pegunungan. Berbagai ekosistem tumbuhan dan satwa masih terjaga kelestariannya. Jangan heran bila di sana masih dijumpai macan jawa, kijang, elang jawa, aneka burung cantik, dan berbagai tumbuhan khas Jawa yang sudah sulit dijumpai di daerah Jawa lainnya. Juga ada situs sejarah seperti Situs Nogopertolo, Situs Songgobuono dan Candi Gedong. Ekspedisi tingkat nasional sepengetahuan kami belum pernah yang mencoba mendokumentasikan keindahan dan keunikan hutan di wilayah ini. Tertarik? Segera saja berkunjung ke sana dan masih serba gratis lho, ditambah sambutan penduduk di sana luarbiasa ramah dengan suguhan budaya khas seperti  Kuntulan, Kuda Kepang, Kuda Lumping, dan Ronggeng.dijamin membikin betah Anda.

Dari kota Pekalongan jarak menuju obyek wisata ini hampir 40 kilometer. Angkutan umum dari kota Pekalongan hanya sampai di Doro, untuk menuju ke Petung bisa naik mobil bak terbuka atau sewa ojek. Bagi yang bawa motor atau mobil sendiri tak masalah, tapi ingat bahan bakar harus penuh dan bila perlu bawa cadangan karena tidak ada penjual BBM mulai dari Gapuro Ekowisata. Rute perjalanannya pertama setelah sampai perempatan lampu lalulintas di jalan Urip Sumoharjo kota Pekalongan belok kiri menuju kota kecamatan Doro kabupaten Pekalongan. Jaraknya sekitar 17 kilometer dengan kondisi jalan aspal halus dan bisa dilalui bus besar tapi disarankan maksimal bus ukuran 3/4 atau sekelas di bawah bus besar. Setelah sampai di kota kecamatan Doro dijumpai papan petunjuk menuju Petungkriyono ( foto 1 ). Pemandangan pertama yang dijumpai dalam rute Doro ke Petungkriyono adalah makam berwarna putih tokoh terkenal di Doro. Lalu memasuki perkebunan Jolotigo ( foto 2 ). Kemudian setelah menempuh jarak sekitar 3 kilometer kita akan sampai di pintu Gapuro Ekowisata Petungkriyono ( foto 3 ). Perlu diketahui jalan dari kota kecamatan Doro hingga ke pintu Gapuro mulus dan lebar serta masih sedikit tanjakan dan kelokannya. Begitu memasuki kawasan  setelah Gapuro jalannya menyempit tapi mulus. Kira - kira maksimal hanya cukup dilalui mobil sekelas L 300 berpapasan. Dari Gapuro ini menuju kota kecamatan Petungkriyono sekitar 20 kilometer. Anda langsung disuguhi pemandangan berupa hutan alam yang sangat lebat dan jalanan yang menikung dan menanjak tajam dengan jurang lebar dan dalam serta deretan tebing tinggi. Keberanian dan ketrampilan Anda benar - benar diuji ( foto 4 ). Hati - hati daerah ini masih rawan longsor ya. Terkadang dijumpai area terbuka dengan pemandangan yang indah ( foto 5 & 6 ). Berbagai mata air juga terletak di kiri kanan jalan berupa air terjun, kita bisa beristirahat sebentar sambil main air kalau tahan dengan dinginnya ( foto 7 ). Bagi yang sudah kecapaian bisa menyewa atau istirahat sebentar di Jungle House yang terletak di pinggir jalan berjarak 4 kilometer sebelum kota kecamatan Petungkriyono. Jungle House ini dikelilingi hutan lebat dan tidak dilengkapi listrik sehingga benar - benar natural sekali. Juga dilengkapi gardu pandang yang artistik ( foto 8 & 9 ). Akhirnya setelah menempuh jarak 23 kilometer dari kecamatan Doro kita sampai di kota kecamatan Petungkriyono ( foto 10 ). Sinyal handphone terkuat saat tulisan ini dibuat milik TELKOMSEL karena terdapat BTSnya, bagi pengguna operator lain bisa memperoleh sinyal setelah menaiki gardu pandang tak jauh dari kota kecamatan Petungkriyono. Dijamin memperoleh sinyal penuh deh. Ternyata dahulu pada jaman revolusi kemerdekaan pernah terjadi pertempuran hebat di sana dengan seorang pejuang wanita gugur. Untuk memperingatinya dibuatkan monumen peringatan ( foto 11 ). Sebenarnya wisata alam sesungguhnya baru di mulai dari kota kecamatan Petung ini karena ada dua obyek menarik untuk dikunjungi yaitu Tlogo Mangunan dan Curug Muncar. Petunjuk ke lokasi terpampang di sana ( foto 12 ). Sayang penulis belum sempat ke sana karena hari telah sore. Jalan dari kecamatan Petungkriyono ini juga telah tembus hingga Wonosobo. Untuk yang senang berkemah bisa memanfaatkan Camping Ground Petungkriyono yang berjarak 1 kilometer setelah kota kecamatan. Fasilitasnya cukup memadai dan nyaman, ideal bagi petualang sejati ( foto 13,14,15 ). Dahulu sebelum listrik PLN masuk ke Petungkriyono masyarakat di sana memanfaatkan kincir air untuk menghasilkan listrik ( foto 16 ). Kincir - kincir tersebut pun masih berfungsi hingga sekarang. Memang inilah hutan alami Pulau Jawa yang masih tersisa sungguh sayang bila Anda belum pernah mengunjunginya sebelum semua itu hilang ( foto 17 ). Penulis juga manusia jadi lapar juga dong. Cari warung di sana mudah kok salah satunya warung makan Bu Siti ini. Masakannya komplit dengan harga murah, apalagi saat udara dingin menusuk kulit pinginnya makan terus ( foto 18 ). Selamat berkunjung.

tim peliput : Indra GPW & Hermansyah

Grosir Pekalongan © 2005 - 2007  All rights reserved.